KONTEN BUKU

Mari bercerita soal buku. Saya yakin sebagian besar masyarakat Indonesia masih suka membaca, entah itu novel dengan genre tertentu, komik, majalah, atau hanya koran sekalipun. Kalau saya pribadi, saya suka baca hampir semua kategori bahan bacaan yang saya sebutin di atas, bahkan buku resep sekalipun hehehe. Lalu apakah semua genre buku maupun bahan bacaan sudah cocok untuk segala usia? Sudah pasti gak.

Di era yang serba digital ini, anak-anak sudah bisa mengakses bacaan dari internet. Yang menjadi masalah adalah, sudahkah kita teliti memilih bahan bacaan untuk anak-anak, saudara, atau keponakan yang masih jauh di bawah umur?

Kebetulan saya cukup sering beli buku anak-anak untuk keponakan saya, Nadal yang masih kelas 1 SD. Keinginan saya gak muluk-muluk kok. Saya cuma kepengen keponakan saya punya minat baca yang cukup tinggi (kayak saya ahahaha).

Balik ke cerita beli buku, bertepatan ada diskon (bukan diskon lagi sebenernya, cuci gudang lebih tepatnya malah karena harganya yang ambruk dan mirip harga gorengan) jadi saya beli banyak buku cerita bergambar untuk anak-anak seperti buku seri Jeremy karya nya Jef Nys dan merupakan terbitan BIP (masih grup Gramedia), komik bilingual, dan buku seri petualangan Tin Tin dan buku Petualangan Jo, Zette dan Jocko karya Hergė, juga satu buku yang merupakan sumber saya membuat postingan ini, yaitu LITTLE SPIROU !

IMG20170415143738
LITTLE SPIROU

Saya akui saya kurang teliti waktu membeli si LITTLE SPIROU ini, tapi siapapun mungkin akan mengira ini buku untuk anak-anak, apalagi judulnya yang seolah-olah memberikan nasehat baik (faktanya gak ada satupun konten buku ini yang isinya menasehati supaya tidak mengupil misalnya).  Saya terkecoh dengan judul dan betapa imutnya si Spirou ini. Saya sempat lihat gambar-gambarnya kok, tapi yah itu tadi, saya gak benar-benar baca teksnya karena keburu suka dengan judul dan cover bukunya, hahahaa.

Setelah saya baca beberapa halaman awal, saya luar biasa terkejut dengan teksnya yang seharusnya diucapkan oleh orang dewasa dan makin geleng-geleng kepala pas liat gambar yang menunjukkan lekukan tubuh wanita *pijat kepala.

IMG20170415152528.jpg

IMG20170415152804
Little Spirou

Pokoknya saya dibikin geleng-geleng tapi ketawa sendiri karena buku ini. Geleng-geleng karena teks dan gambarnya yang bukan untuk konsumsi anak-anak dan ketawa sendiri karena kebodohan dan ketidaktelitian saya membeli buku.

IMG20170415151419
LITTLE SPIROU

Semakin keliatan sudah cerobohnya saya kan? Jelas terlihat ada cetakan USIA 15+ di bagian belakang cover buku *yang saya lingkari kuning dan saya baru sadar setelah saya tamat membaca buku ini, hahaahhaha *miris.

Oya, selain LITTLE SPIROU ini, ada baiknya lebih mengawasi anak-anak membaca seri Petualangan Tin Tin. Salah satu karakter dalam seri buku itu, Kapten Haddock dikenal akan temperamen nya yang keras dan suka mabuk serta mengucapkan beberapa kata , seperti “KEPITING KURUS”, atau “DASAR IDIOT!” yang menurut saya merupakan kalimat makian dan kebetulan salah satu murid saya pernah mengucapkan beberapa kalimat makian dalam seri buku tersebut tanpa mengerti artinya *he speaks English as his mother language and just knows few simple words in Indonesian.

Jadi please Pak, Bu, Mas, dan Mbak jangan sampe kecolongan kayak saya ya. Untungnya buku nya masih saya baca duluan. Kalau saya kasih langsung, wah gawat. Selain ngerusak mental dan kelakuan ponakan saya, saya bisa kena damprat ama Nyak Babeh nya, huhuu 😥 .

Harapan saya, semoga masyarakat khususnya para pembaca yang doyan banget beli buku anak-anak bisa jauh lebih teliti dibanding saya dalam memilih dan membeli buku sekalipun gambar yang ditampilkan menggemaskan dan terlihat cocok untuk anak-anak.

Tapi di balik buku dengan konten yang tak sesuai untuk anak-anak ini, ada kelebihannya juga sih, koleksi buku saya nambah karena bukunya kan gak jadi dikasih ke ponakan AHAHAHAHA  *kena lempar sandal. 😀

 

Well, sharing soal buku anak-anak yang kontennya masuk SIAGA 1, yuk 🙂

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    waduh bahaya juga ya kalau sampai kebeli sama anak2

    Like

    1. Iya kak. Yang dewasa aja bisa kecolongan judul ama gambarnya. Apalagi anak-anak 😥

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s